Al qur'an dan Orientalis (3) - bindhara.com
Headlines News :
Home » , , » Al qur'an dan Orientalis (3)

Al qur'an dan Orientalis (3)

Written By bindharaoline on Minggu, 03 Maret 2013 | 20.07


Sikap Orientalis Terhadap al-Qur'an [1]

Oleh: Taufiqurrahman Fauzi[2]



Menyikapi al-Qur'an dari Segi Sumbernya



Ilustrasi
Mereka menilai al-qur'an dari setatus kenabian nabi Muhammad SWA. mereka menposisikan beliau sebagai nabi palsu, bukan utusan allah, beliau hanya salah satu orang  genius yang luar biasa, pintar dan pandai akan kitab orang-orang terdahulu, pengetahuannya diperoleh dari para pendeta, oleh karena itu, al-quran bukanlah kitab yang berkaitan dengan ketuhanan, bukan pula wahyu dari allah, melainkan buatan nabi muuhammad sendiri[3]

Kei'jazan al-qur'an tidaklah menunjukkan al-qur'an kalamullah, akantetapi perkataan nabi Muhammad yang di nisbatkan kepada tuhannya untuk menguatkan kesuciannya. Beliau mampu seperti itu karena dia adalah satu-satunya orang yang sangat sempurna penyampayannya.

Seorang orientalis inggris H.A.R. Gibb mengatakan dalam bukunya al madzhab muahammadi. nabi Muhammad hanya orang kreatif saja. disebabkan pengaruh lingkungan yang ada disekitarnya begitu juga factor lingkunga luar yang lain, sampai memberi jalan baru untuk mencetuskan sebuah pemikiran dan aqidah yang sangat tinggi nilainya pada zaman itu. Nabi Muhammad bisa berhasil, karena beliau adalah satu-satunya penduduk makkah yang mempunyai pemikiran luas, sedangkan penduduk makkah sendiri tidak ada yang berpegang teguh pada ajaran nenek moyang mereka. ini factor tidak senangnya mereka pada kepercayaan. Ditambah dengan factor politik dan ekonomi yang melanda pada saat itu. sebagian lain  mengatakan. kesamaan cerita antara al-qur'an, taurat dan injil, menunjukkan, bahwa al-qur'an diambil dari kedua kitab tersebut.

R.A Nickolson perhatiannya lebih mengarah terhadap ilmu tasawwuf dan filsafat. dia berkata, bahwa nabi muhamad mengambil al-qur'an dari berbagai macam sumber. Akan tetapi sumber yang paling utama adalah agama masihi. Ayat al-Qur'an sendiri banyak yang bertentangan antara satu dengan yang lainnya. orang arab sendiri tidak mampu menyengkap perselisihan yang ada dalam al-qur'an tersebut, karena kesederhanaan dan ketebtasan kemampuan mereka. Berbeda deanga orang Eropa, mereka dengan mudah mampu membaca dengan baik, tidak usah bingong hanya untuk memahami karangan nabi Muhammad. Karena  al-qur'an hanyalah kitab biasa buakan kitab yang mengandung ilmu [4]

Al-qur'an mempunyai dua bentuk gaya, pertama berbentuk surat makkiyah, kedua bentuk surat madaniyah. factor perbedaan kedua lingkungan inilah yang memberi pengaruh kepada kedua surat tersebut. Tuduhan semacam ini di keluarkan orang-orang musyrik sejak pertama kali diturunkannya al-qur'an. allah berfirman :
 ولقدنعلم انهم يقولون انمايعلمه بشر - النحل:103
 واذاتتلى عليهم ءايتناقالواقدسمعنالونشاءلقلنا مثل هذاانهذاالااسطيرالاولين - الأنفال:31 
Cuma oleh orang-orang yang benci akan islam dan sumbernya sering mengungkit-ungkit [5]   

Ini adalah penilaian orientalis dari segi sumbernya al-qur'an. karena menurut mereka al-qur'an bukanlah kitab wahyu, bukan pula kitab ketuhanan. akan tetapi sumbernya adalah manusia. ia buatan nabi muhammmad SAW. Dan semua cerita yang ada di dalamnya sesuai dengan isi cerita yang ada dalam taurat dan injil, karena nabi Muhammad mengambil dari kedua kitab tersebut dengan cara mengubah dan menjelek-jelekkan isi keduanya[6]

Menanggapi berbagai parnyataan diatas, bahwa, seandainya al-qur'an sumbernya nabi muhammd, maka dengan bangga beliau menisbatkan alquran kepada dirinya sendiri. Dan lebih mudah mengaku dirinya tuhan dari pada ngaku nabi. Niscaya pengakuan ketuhanan dari pada kenabian lebih suci dan mulya dimata manusia. oleh karenanya tidak butuh mengkaburkan kesucian untuk menisbatkan kepada yang lain.[7]

Maurice Bucaille mengatakan: seandainya alquran perkatanan manusia, bagaiman mampu menuliskan fakta-fakta yang semakin berkembang, sedang alquran sendiri turun pada qurun ketujuh masehi? [8]Dan Pernyataan yang mengatakan alqur'an buatan nabi Muhammad kurang beralasan, karena Al-qur'an sendiri didalamnya banayak ayat yang mencela dan mengecam nabi Muhammad SAW. Ini di perlihatkan ketika rosulullah berpaling dari kenyataan sifat kemanusiannya. ini terjadi ketika ummi maktum datang kerosulullah lalu beliau berpaling darinya keorang lain. Maka turunlan ayat:
 عبس وتولى ان جاءه الأعمى ومايذريك لعله يزكى ويذكرفتنفعه الذكرى - عبس : 1
ini juga terjadi ketika mengambil keputusan tawanan Badar, dengan keputusasaan membebaskan para tawana dengan cara membayar tebusannya, lalu turunlah ayat sebagai celaan terhadap keputusan beliau[9]:
 ماكان لنبي ان يكون له اسرى حتى يسخن في الارض تريدون عرض الدنيا والله يريدالاخرةوالله عزيزحكيم *  لولاكتاب من  الله سبق لمسكم فيما اخذتم عذاب عظيم - الأنفال:67-68  
Dalam ayat lain menunjukkan dengan jelas,bahwa rosulullah SAW. Tidak mampu menggantikan satu kalimat diganti dengan kalimat lain atau satu huruf dengan huruf yang lain , ayatnya berbunyi:
واذا تتلى عليهم اياتنا بينات قال الذين لايرجون لقائتاائت غيرهذا أوبدله قل ما يكون لي ان ابدله من تلقاء نفسي ان اتبع الا ما يوحى الي اني اخاف ان عصيت ربي عذاب يوم عظيم - يونس: 12
Juga banyak contoh ayat lainnya yang mencela dan memperingati beliau. Apakah semua itu dari nabi Muhammad sendiri? Seandainya buatan nabi Muhammad kenapa masih ada celaan terhadap dirinya sendiri. [10]

Kei'jazan al-qur'an termasuk sisi rahasia balaghah. ketidak mampuan para ulamak untuk mengetahui semua yang terkandung didalamnya bukan menunjukan tidak adanya rahasia-rasia balagah dan bayannya. ini dikarnakan kebodohan dan keterbatasan kemampuan manusai terhadap bahasa arab, juga karena rusaknya cita rasa mereka disebabkan kuatnya bahasa asing/ajami. tidak mengetahuinya terhadap sesuatu bukan berarti sesuatu tersebut tidak ada. Satu contoh, tidak terlihanya matahari dimalam hari bukan berarti itu tidak ada. Begitulah rahasia allah yang terkandung dalam al-qur'an.[11]

Percaya terhadap nabi Muhammad dan kenabian adalah salah satu kunci dasar diterimanya iman seseorang, sama halnya iman kepada allah. semua orang islam haruslah iman sepenuh keyaqinan. ia adalah kunci yang sebenarnya untuk diterimanya semua amal perbuatan[12]



[1] Ringkasan makalah yang dipresentasikan dalam kajian eksklusif BINDHARA pada kamis, 30 Oktober 2008 di sekretariat FOSGAMA.
[2] Mahasiswa Al-Azhar University
[3] al istisyroq wa al tabsyir.hal: 23. Dr. Muhammad al sayyid al jalinid. Beliau guru falfafah islamiyah dan menjabat sebagai mudir markaz dirosah wa al buhuts al islamiyah kuliyah dar al ulum al azhar
[4] al istisyroq wa al tabsyir. Hal: 25,26,27. Dr. Muhammad al sayyid al jalinid.
[5] kamal al lughat al qur'an baina haqaiq al I'jaz wa al auham al khushum. Hal: 189. Dr. Muhammad Muhammad   [5]
[6] Ibid. hal 27
[7] daf'u subhat haula al qur'an al karim.hal: . Dr. Jumah ali abd qadir
[8]. Alquran al karim wa altaurat wa al injil wa al ilm. Hal 10. Dr. Maurice Bucaille, beliau mantan orientalis yang masuk islam saat mengekuti mu'tamar kedokteran di Saudi arabiyah
[9] al istisyroq wa al tabsyir.hal: 36. Dr. Muhammad al sayyid al jalinid. Beliau guru falfafah islamiyah dan menjabat sebagai mudir markaz dirosah wa al buhuts al islamiyah kuliyah dar al ulum al azhar
[10] Taisir ulum al qur'an. Hal: 118. Dr.  Husai Muhammad ibrohim Muhammad umar
[11] Ibid. 
[12] al istisyroq wa al tabsyir.hal: 23. Dr. Muhammad al sayyid al jalinid
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

English French German Spain Dutch Japanese Arabic Chinese Simplified

Buletin PROSPEK edisi cetak

 
Support : FOSGAMA | masisir.COM | GajaHost
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. bindhara.com - All Rights Reserved
Template by Creating Website and Mas Template